Aksara Perjuangan Bangsa
Jika dapat ku undurkan jarum masa
kan ku perlihatkan usul perjuangan
bangsa
betapa pilu sengsara jalan yang dilalui
betapa keringat, darah dan air mata dirasai
bertarung hidup antara mati dan harga diri
Merempuh, menyerbu
menyerang dan diserang
semuanya tak gentar
kerana ikrar dan amanat
wasiat moyang bangsa
moyang zaman berzaman.
rela mati daripada berputih mata
Setelah sekian lama kita berjuang
mencari sinaran mentari
menterjemah aksara prejuangan bangsa,
kenapa masih ada lagi
warga bangsa
yang kenal cahaya tapi memadamkannya
yang kenal perjuangan tapi lupa maknanya
yang kenal pejuang tapi lupa jasanya
yang kenal bangsa tapi terlupa asalnya
yang pandai berkata kata tapi sumbang
bicaranya
yang kenal akhir tapi terlupa awalnya
Setelah sekian lama kita menghargai dan
menghormati
aksara perjuangan bangsa ini, kenapa
masih ada lagi
warga bangsa
yang kenal pemimpinnya tapi lupa
hormatnya
yang kasihkan bangsanya tapi benci
pemimpinnya
yang kenal budi tapi lupa membalasnya
Setelah sekian lama kita menganalisis dan
mentafsir
aksara perjuangan bangsa, kenapa masih
ada lagi
yang cerah matanya tapi gelap hatinya
yang berakal tapi lupa fungsinya
Setelah sekian lama menikmat harum bunga
aksara perjuangan bangsa, kenapa masih
ada lagi
yang menanam bunga tetapi menabur duri