Friday, 12 December 2014

AKSARA PERJUANGAN BANGSA

Aksara Perjuangan Bangsa

Jika dapat ku undurkan jarum masa
kan ku perlihatkan usul perjuangan bangsa
betapa pilu sengsara jalan yang dilalui
betapa keringat, darah dan air mata dirasai
bertarung  hidup antara mati dan harga diri

Merempuh, menyerbu
menyerang dan diserang
semuanya tak gentar
kerana ikrar dan amanat
wasiat moyang bangsa
moyang zaman berzaman.
rela mati daripada berputih mata

Setelah sekian lama kita berjuang
mencari sinaran mentari
menterjemah aksara prejuangan bangsa, kenapa masih ada lagi
warga bangsa
yang kenal cahaya tapi memadamkannya
yang kenal perjuangan tapi lupa maknanya
yang kenal pejuang tapi lupa jasanya
yang kenal bangsa tapi terlupa asalnya
yang pandai berkata kata tapi sumbang bicaranya
yang kenal akhir tapi terlupa awalnya

Setelah sekian lama kita menghargai dan menghormati
aksara perjuangan bangsa ini, kenapa masih ada lagi
warga bangsa
yang kenal pemimpinnya tapi lupa hormatnya
yang kasihkan bangsanya tapi benci pemimpinnya
yang kenal budi tapi lupa membalasnya

Setelah sekian lama kita menganalisis dan mentafsir
aksara perjuangan bangsa, kenapa masih ada lagi
yang cerah matanya tapi gelap hatinya
yang berakal tapi lupa fungsinya

Setelah sekian lama menikmat harum bunga
aksara perjuangan bangsa, kenapa masih ada lagi
yang menanam bunga tetapi menabur duri




No comments:

Post a Comment